Weblog

Friday, 05 February 2010

  • KEPUTUSAN SANGHYANG ANALA 17 ~ 23

    III

     17

    KEPUTUSAN SIRA

    SANGHYANG UNDAGI

     Nihan palakwaning keputusan ira Sanghyang Undagi, wenang sira umungguha ring bwana sarira, apatra Padma sira ring madhyaning ANG, wenang sira angamet saraja karya kabeh, tan pasadhana tarpana suksma.

     Inilah cara melaksanakan keputusan Sanghyang Undagi, berhak bagi mereka yang tahu menempatkan di dalam dirinya bersurat (merajah) padma di dalamnya bertuliskan huruf sakti ANG (ang .jpg ), mereka boleh mengambil segala pekerjaan, walaupun tidak disertai dengan upacara penycian. 

     18

    KAPUTUSAN SIRA

    SANGHYANG UNDAGI 

     Yan tan kita wruh ring kawitan mwang lungguh ira Sanghyang, tan wenang kita angarepana smara karya, ila estu halania, sinapa d3en ira Sanghyang Undagi, tan sidha linukatan, den ira Brahmana Siwa Sogatha, kang wenang amrascita, sira Sanghyang Aji Wiswakarma juga, dening kaputusaning adnyana wisesanira, wenang saha shadana, tarpana suksma, kwala ginelar  dening kaputusaning yasa brata, tapa, sira.

     Andaikan anda tidak mengetahui tentang asal mula dan sthana Sanghyang Undagi, tidak berhak anda melakanaan pekerjaan, terkena bahaya kutukan halangannya, dinodai oleh Sanghyang Undagi, tidak dapat diruwat, baik oleh Pendeta Siwa maupun Pendeta Budha, yang berhak meruwat, hanyalah beliau Sang Aji Wiswakarma, karena kesucian daripada Adnyana dan kemaha wisesaan-Nyalah yang menyebabkan, maka hendaklah memoho kepada-Nya disertai dengan penyelesaian upacara widhi widana penyucian, namun agar diatur menurut keputusan yasa, brata dan tapa Sanghyang Aji Wiswakarma. 

     19

    Kaputusan sira

    Sanghyang undagi

     Yapwan kita amalakwa kadharma ira Sanghyang Undagi, wenang pwa kita wruh ring pawetan mwang kahanan ira Sanghyang ring bwana sariranta tepet, den asila patarana ring madyan ikang kumuda, ya ring madyaning ANG.

     Namun kalau anda akan melakukan kewajiban Sanghyang Undagi, anda harus mengetahui (secara membatin), azas dan keadaan dari Sanghyang Undagi di dalam diri anda secara tepat, supaya duduk bersila I tengah-tengah Padma, yakni de3ngan hiruf sakti ANG.

     20

    KAPUTUSAN SIRA

    SANGHYANG UNDAGI

     Sangke irika ta kita umastwa sira, saha sadhana tarpana sari-sari mangen-angen sira Aji, wenang kita melaku ngarepana saraja karya kabeh, sira lingga umungguh ring bwana sarira, maka ngaran Sas, saraja karya kabeh, pinget maka dharma ira Sanghyang Undagi, yan tan mangkana ila-ila phalania.

     Dari sanalah anda memuja Beliau, disertaiupacara/upakara sewaktu memusatkan pikiran kepada Sanghyang Undagi, maka anda mampu melakukan semua segala pekerjaan anda, karena Beliau menjadi tanda bersemaym dalam diri anda, dan pada keadaan demikian Beliau bersama Sas (jiwa, taksu), semua dari segaa pekerjaan, juga merupakan simbul kekuatan dari orang yang melakukan kewajiban ke-undagi-an, kalau tidak demikian akan menemui halangan.

     21

    YASA, BRATA, TAPA

     Mwah yan pawatana, watara lugraning Hyang, yadyapin tan asasana aksara, twi idep, utama dahat ika, nanging den pageh juga amalakwaken, katepat ing wara lugraha ika, haywa karo-karo ring yasa, brata, tapa apan lewih temen ngarania mangkana.

     Lagi pula kalau memang menjadi pembawaan, atau barang kali ada juga karena berkah Hyang walaupun tidak berpegang kepada huruf, juga tidak karena kecerdasan pikiran, sangat utama yang demikian, tetapi supaya kuat iman didalam melakukannya, menepati petunjuk berkah-berkah itu jangan ragu-ragu meningkatkan yasa, brata dan tapa, sebab orang yang menaati, sangat mulia namanya yang demikian.

     22

    GINUMEN IKANG WARA

     Yan tan pageh ing warah ika, ila dahat kojarania, tan paguna ikang dadi, mwah tan yogya ginunemaken ikang wara, lawan wan glen sangke sesamening waralugrahaning mangkana juga.

    Kalau tidak kuat iman terhadap berkah itu, amat berbahaya disebutkan, tiada bermanfaat hidup menjadi manusia, dan lagi tidak wajar memusyawarahkan tentang hari(padewasan) itu, terhadap orang yang lain dari sesame kesiswaan.

     23

    DHARMA TAN SADHU ADHYATMIKA

     Yan kita wruh ring kadharmaning rasa tatwa suksma, twi kaputusania, yan tan sangkeng anawita, yasa, brata, tapa tan patut gunaning linakkwan tan sidaning dadi ika, dharma tan sadhu adyatmika, tan acinta ngarania.

     Apabila anda tahu tentang dasar, tentang hakikat rasa, tentang kesucian, demikian pula tentang ilmu kesempurnaan, kalau tidak didasari dengan pengabdian jasa, kesetiaan dan ketahanan, juga tidak benar melaksanaan kekaryaan itu, sebab tidak dapat mencapai tujuan kemanusiaan yang demikian, dasar yang tidak mengandung kesucian kejiwaan (spiritual), tidak suci namanya

     >>   17 s/d 23

    Bagi mereka (Undagi) dibolehkan tidak disertai upacara penyuian (widhi widana), manakala mereka tidak bisa menempatkan dan menghidupkan huruf sakti pada dirinya, yang tersurat Padma bertuliskan ANG. Bagi mereka yangbelum bisa, diajarkan agar disertai dengan widhi widana penyucian menurut yasa, brata dan tapa Sanghyang Aji Wiswakarma, dengan hrapan mendapat hikmah atau ketaksuan dari Sanghyang Undagi. Kalau karena bakat, kecerdasan, dank arena berkah dari Sang Hyng Widhi, maka orangbisa melaksanakan ke-undagi-an, boleh tidak berpegang dengan huruf, tetapi mereka agar kuat iman dan mentaati berkah itu, inipun mulia. Kalau iman lelah, amat berbahaya, karena melanggarkesucia.  

  • KEPUTUSAN SANGHYANG ANALA 9 ~ 16

    II
    09

    ANUHUN PADHA

     Mangkana pawitan kami kabeh, anuhun padhanira Aji Wiswakarma.

     Demikianlah awal kata kami pada anda semua, lalu bersujudlah para siswa beliau pada kaki Bhagawan Wiswakarma.

      10

    MWAH PAWARAH IRA AJI

     Ana mwah kengetakena pawarah ira Aji, ri sadakala angametana kerti, saswakaryan ira kawenang, wastu tan wastu, wyapaka, idep tan kaidep, dharma tan dharma, putusan suksma, adyatmika tan acintya.

     Ada lagi ajaran beliau yang patut diingat setiap saat selaku guru, pada waktu mengambil pekerjaan, seperti halnya pekerjaan Beiau sebagai guru. Janganlah ragu-ragu memikirkan, mana yang wajib dan mana yang tidak diwajibkan,mana yang patut dan mana yang tidak patut dikembangkan, yang patut ditanggapi dan yang tidak patut ditanggapi, yang patut dituntun, yang akan menjadi kesimpulanyang utama, yang bersifat lahir dan batin.

     11

    MWAH PAWARAH IRA AJI

     Mangkana juga kawenang kami kabeh, rumesep ing bwana sarira, den wruh pwa kita ameta rasaning swakarya kabeh, ring bwana sarira juga, hunggwang ira salah lawan kenaning sakarya kabeh.

     Demikian juga yang menjadi kewenang kita semuanya, patut dihayati didalam diri, dan  juga supaya anda sadar mengambil hakikat pekerjaan anda semuanya, sebab didalam dirio anda jugalah tempatnya, yang disebut salah dan benarnya pekerjaan anda semua.  

     12

    MWAHPAWARAH IRA AJI

     Ya juga wenang wigena ring manadhana tepet ing buwana sarira, maka sadhana yasa kabeh, saka lwir ing brata tapa.

     Itu jugalah yang berhak merusak di dalam kehormatan yang tetap pada diri pribadi anda, yang dapat menyelesaikan jasa anda semuanya, termasuk segala bentuk ikrar anda.

     13

    MWAH PARAWAH IRA AJI

     Yan weruh tan weruh sira ri mulaning sadhana buwana sarira, makadi yasa, brata, tapa, ayma kita amalakwa kapalihaning Undagi, tumamah sapan ira aji sanghyang Wiswakarma, ila –ila dahat tan sidha phalania.

     Andaikata anda sabar, bahwa anda tidak mengetahui kakikat dasar penyelesaian diri pribadi, terutama tentang jasa, ikrar dan pengendalian diri, janganlah anda melaksanakan pemecahan ke-undagi-an, sebab akan di kutuk oleh sumpah guru    ( alpaca guru ) terhadap sanghyang Wiswakarma, amatlah berbahaya menyebabkan tidak mencapai hasil yang diharapkan  

     14

    SMARA KARYA KEUNDAGIAN

     Yan kita mahyun lumakwa, ngarepana mara karya keundagian, den wruh kita ring mulaning sadhananing yasa, brata, tapa, ring bwana sariranta.

     Andaikata anda pingin berlaksana, mengutamakan pekerjaandi bidang ke-undai-an , agar anda tahu pada permulaan (penyempurnaan) dari apa yang disebut yasa, brata dan tapa, di dalam diri anda. 

     15

    SMARA KARYA KEUNDAGIAN

     Mwah rikalaning Wiswakarma tatwa wenang kita met keundagian, ngarepana sarwa karya kabek, luput ing wastu winastu kita.

     Lagi pula pad waktu mendalami hakikat Wiswakarma, maka berhaklah anda mengambil pekerjaan ke-undagi-an, dalam usaha mengutamakan segala pekerjaan (pembangunan) semua, dan terluputlah anda dari bahaya kutukan.

     16

     SADHANA TARPANA

     Yadyapin kita wruh ri katatwaning Wiswakarma Tatwa, ring yasa, brata mwah tapa, yan tan pakasadhana tarpana suksma, denira Sanghyang Ajisarw wises, tan ktaman pwa kita, hayuning keundagian, apan bina karma, tatwaning keputusan lawan kadharmania.

     Meskipun anda tahu tentang palsapahnya Wiswakarma, demkian juga tentang yasa, brata dan tapa kalau tidak disertai dengan penyelesain widhi widhana penyucian, yang ditujukan untuk Sanghyang Aji seru sekalian alam (sang Hyang Widhi), tidak akan tersapai cita – cita anda, untuk mendapatkan keberhasilan dalam ke-undagi-an, sebab berlainan perbuatan dngan kakikat keputusan yang dicapai, dengan cara mencapainya ( dharma karya )  

     >>   09 s/d 16

    Demikialah ajara dari Sanghyang Anala kepada muridnya, lalu bersujudlah para murid Beliau pad kaki Bhagawan Wiswakarma (sanghyang Anala), tanda mengikutinya. Juga para murid Beliau mendaat penegasan dari Bhagawan Wiswakarma, bahwa orang yang menjadi Undagi berkewajiban sebagai guru (Swakaryan iro haji), agar tidak ragu memikirkan, mengerjakan dan merespon swadharmanya, serta mengambil keputusan bersifat wahya-adyatmika. Slah dan benarnya sikap seorang Undagi, merupakan jawaban terhadap ikrar, yang membawa akibat baik atau buruknya kehormatan diri pribadinya. Maka kalau belum menghayati hakikat dasar yasa, brata dan tapa pada diri pribadi, takabu melaksanakan ke-undagi-an menurut ajaran di atas tidak akan berhasil baik, karena dikutuk oleh Sanghyang Wiswakarma. (Tumamah sapan ira Haji, tan sidha phalania). Sebaliknya, walaupun seorang Undagi telah paham tentang falsafah Wiswakarma, yasa, brata dan tapa kalau tidak disertai dengan penyelesaian widhi widana penyucian untuk Sanghyang Aji, mustahil tercapainya keberhasilan, sebab lain perbuatan dengan kakikat keputusan dan cara mencapainya (Binakarma, Tatwa lawan Kadharmania).

arsitekturdwijendraku

  • Visit arsitekturdwijendraku's Xanga Site
    • Name: I Ketut Adhimastra
    • Gender: Male
    • Member Since: 2/4/2010

Archives

Don't worry - your calendar is here… to see it in action just click "Save" above and refresh the page.